Cerita Hot Memek Tante

Memek ABG Seksi Bugil Pamer Tetek Gede Mulus

Home » Umum » Kopi Ginseng - 4

Kopi Ginseng - 4

Dari bagian 3


Aku terus bekerja memuaskan hasratku menikmati setiap jengkal tubuh Mbak Wulan sepuasku. Setelah kujilati seluruh jari kakinya, lidahku berpindah ke kaki satunya lagi. Arah gerakan lidahku terbalik dari yang pertama. Pertama-tama kujilati seluruh jari kakinya, lalu lidahku merayap ke atas ke betisnya, lalu ke lututnya dan naik lagi hingga ke pangkal pahanya. Jilatan lidahku selalu kuselingi dengan gigitan-gigitan kecil hingga tubuh Mbak Wulan menggeliat dan pantatnya terangkat-angkat menahan geli.



Dari pangkal paha lidahku merambat lagi naik ke atas. Lidahku bergeser ke perut Mbak Wulan lalu naik ke bawah payudaranya. Setelah puas melumat kedua payudaranya lidahku kembali bergeser naik ke lehernya yang jenjang. Tubuhnya semakin mengeliat saat lidahku menari-nari diseputar lehernya yang putih mulus. Seluruh bulu tangannya meremang berdiri saat lidahku menjilat-jilat leher bagian belakang.

Mata Mbak Wulan terpejam dan mulutnya setengah terbuka menikmati layananku. Kedua tanganku membekap kedua payudaranya yang montok lalu bibirku menyergap mulutnya yang setengah terbuka. Kusedot bibir Mbak Wulan dengan gemas dan kodorong lagi lidahku ke dalam mulutnya.

Belum puas menikmati keindahan tubuh Mbak Wulan, kubalik tubuh telanjangnya hingga tengkurap. Kutindih tubuhnya dan kembali lidahku tak-henti-hentinya menjelajahi setiap lekuk tubuh bagian belakang. Lidahku menyusur dari tengkuk hingga lutut. Kedua buah pantat Mbak Wulan yang indah pun hampir memerah karena gigitan-gigitan gemasku.

Karena tidak tahan dengan serbuanku Mbak Wulan memberontak dan bangun. Tubuhku digulingkannya hingga jatuh telentang di kasur. Ditindihnya tubuhku sambil melumat bibirku. Lidahku disedot bibir Mbak Wulan. Tubuhku yang telentang diduduki Mbak Wulan tepat di penisku sehingga penisku terjepit buah pantatnya yang padat dan kenyal.

Dari menyedot lidahku, mulut Mbak Wulan sekarang balas menjelajahi tubuhku. Kedua putingku disedotnya habis-habisan. Kemudian lidah Mbak Wulan bergeser turun dan menjilati perutku. Lidahnya terus bergerak ke bawah dan dengan diselingi gigitan-gigitan kecil di perut bagian bawahku lidahnya bergeser menjilati ujung penisku.

"Hahh.. Shh" sekarang giliran aku yang mendesis-desis kenikmatan.

Ujung penisku hingga ke pangkalnya dijilati lidah Mbak Wulan dengan gemasnya. Pantatku spontan terangkat ke atas saat ujung lidah Mbak Wulan mengai-ngais lubang di ujung penisku. Otot-otot perutku serasa ditarik ke atas.

Tidak berhenti sampai di situ. Kantung pelirku pu tak luput dari sedotan mulut Mbak Wulan. Nikmat bercampur ngilu rasanya. Lidah Mbak Wulan terus bergerak menyusur urat yang memanjang sepanjang penisku dari pangkal hingga ke ujungnya lalu berhenti di lekukan ujung topi baja kepala penisku dan menjilati lekukan itu hingga aku mendesis nikmat. Secara spontan kupegang kepalanya agar tidak bergeser dari situ. Seperti tahu keinginanku, mulut Mbak Wulan terus merangsek batang penisku sambil tangannya tak henti-hentinya mengurut batang penisku sambil sesekali meremasnya.

"Ughh.. Ss.. Sudah.. Mbaakk.." desisku tak tahan.

Kutarik tubuh Mbak Wulan agar naik ke perutku. Lalu Mbak Wulan menghentikan aktivitasnya dan duduk di atas perutku. Diangkatnya pantatnya dan dikangkangkannya kedua kakinya. Dipegangnya batang penisku dan diarahkan ke celah bukit kemaluannya.

"Upff.. Ohh.." aku dan Mbak Wulan mendesis hampir bersamaan saat Mbak Wulan secara perlahan menurunkan pantatnya. Perlahan-lahan ujung kepala penisku mulai terbenam dalam jepitan bukit kemaluan Mbak Wulan. Beberapa kali Mbak Wulan menaik-turunkan pantatnya sampai akhirnya seluruh batang penisku melesak ke dalam celah sempit di celah bukit kemaluannya. Hangat sekali rasanya batang penisku terjepit di tengah-tengah celah bukit kemaluannya. Ujung kepala penisku seperti menumbuk sesuatu yang lembut di dalam sana.

Mbak Wulan terdiam, akupun terdiam menikmati menyatunya tubuh kami. Aku merasakan betapa batang penisku seperti diremas-remas oleh daging yang licin dan hangat. Kepala penisku seperti berkedut-kedut. Mataku seperti berkunang-kunang merasakan aliran kenikmatan yang mulai menjalar.

Kedua tangan Mbak Wulan bertumpu di dadaku. Kemudian secara berirama Mbak Wulan mulai menaik-turunkan pantatnya dengan diselingi gerakan memutar. Batang penisku serasa dipilin-pilin, nikmat sekali rasanya. Perlahan-lahan aku merasakan otot-otot perutku seperti ditarik-tarik.

"Terushh.. Mbaakk.. Aku.." aku sudah hampir tidak dapat mengontrol diriku lagi.

Tanganku segera bergerak ke belakang tubuh Mbak Wulan dan meraih kedua buah pantatnya. Kuremas pantatnya dan lebih kutekan agar ujung penisku mentok sedalam-dalamnya. Mbak Wulan pun semakin liar menggerakkan pantatnya.

"Terushh.. Ayyoo.. Kita.." belum selesai Mbak Wulan bicara tiba-tiba tubuhnya berkejat-kejat.

Gerakannya semakin menggila. Batang penisku yang terjepit di dalam celah bukit kemaluan Mbak Wulan berdenyut semakin keras menahan sperma yang sudah terkumpul di ujung kepala penisku. Tubuhku semakin mengejang. Kuputar pantatku seirama dengan putaran pantat Mbak Wulan yang semakin liar.

"Akhh.." hampir bersamaan aku dan Mbak Wulan menjerit.

Kuremas pantat Mbak Wulan dengan gemas dan kutekan lebih ketat. Crat.. Crat.. Cratt.. Crat.. Crrtt.. Akhirnya sperma yang sudah tertahan di ujung kepala penisku tumpah bersamaan dengan denyutan lubang kemaluan Mbak Wulan yang menjepit erat batang penisku. Mbak Wulan masih berkelejatan beberapa saat lalu ambruk di dadaku. Tubuhku dan tubuh Mbak Wulan sudah basah oleh keringat. Napasku masih menderu. Kucium pipi Mbak Wulan sebagai ucapan terima kasih atas kenikmatan yang ia berikan.

"Sa rang he yo" kubisikan kata-kata sayang dalam bahasa Korea di telinganya dan belai rambutnya yang pendek.
"I love you.." Mbak Wulan membalas bisikanku sambil mengecup bibirku.

Mbak Wulan masih menindih tubuhku. Dadanya yang montok menempel ketat di dadaku yang bidang, batang penisku yang sudah mulai mengkerut masih terjepit dalam celah di antara bukit kemaluannya yang hangat. Matanya terpejam seolah meresapi kenikmatan yang baru dilaluinya setelah masa-masa penantian panjang yang sia-sia. Aku masih dapat merasakan adanya aliran cairan pekat yang menetes keluar dari celah kemaluannya mengalir sepanjang batang penisku dan menggumpal di atas rambut-rambut bulu kemaluanku.

Pikiranku menerawang memikirkan masa depanku. Aku yakin, Mbak Wulan tidak akan mau berhenti selingkuh denganku. Kalau ada yang pertama pasti akan ada yang kedua dan seterusnya. Aku membayangkan pasti suatu saat Mr. Park, "suami"-nya, akan mengetahui perbuatan kami. Ngeri aku membayangkan masa depanku. Bayangan menjadi pengangguran menari-nari di pelupuk mataku. Tapi nasi sudah menjadi bubur.. Sperma sudah telanjur mengucur. Aku harus sanggup mengehentikan perselingkuhan ini. Harus!! Atau masa depanku hancur lebur!

Tanpa aku sadari aku ternyata telah terlelap dalam mimpi. Aku tertidur sambil memeluk tubuh telanjang Mbak Wulan. Aku tak tahu berapa lama aku tertidur setelah bertempur dengan Mbak Wulan dan aku tak tahu sejak kapan Mbak Wulan sudah bangun dari pelukanku. Aku tersadar saat dibangunkan Mbak Wulan dan dibuatkan kopi ginseng. Segar sekali rasanya bangun tidur sudah dibuatkan kopi. Mbak Wulan nampak sudah sangat segar habis mandi. Rambutnya masih basah sehabis mandi besar. Ia hanya mengenakan kimono sebagai penutupnya. Aku yakin ia belum memakai bra dan CD karena kulihat benda-benda itu masih berserakan di lantai.

Setelah menyeruput beberapa teguk kopi ginseng panas aku pun minta ijinnya untu mandi di kamar mandi di dalam kamarnya. Segar sekali rasanya tubuhku saat air hangat mengguyur dari shower yang terpasang di atasku.

Aku terkesiap saat asyik-asyiknya menikmati guyuran air yang mengucur deras dari shower tiba-tiba kurasakan ada yang mengelus-elus dan meremas batang penisku. Ternyata Mbak Wulan sudah ikut bergabung di kamar mandi dalam keadaan bugil.. Gil tanpa sehelai benangpun menutupi keindahan tubuhnya. Aku terpana melihatnya. Aku hanya mampu melotot memandangi setiap lekuk tubuhnya yang montok.

Bukan hanya itu! Mbak Wulan pun lantas menyabuni seluruh tubuhku dengan sabun cair yang biasa digunakannya. Tubuhku yang licin oleh busa sabun diraba dan dielus oleh belaian tangan Mbak Wulan yang lembut. Dari leherku tangannya bergerak menurun ke bawah hingga pusarku. Batang penisku perlahan-lahan sudah mulai mengeras. Beberapa saat kemudian batang penisku sudah berdiri tegak seperti prajurit yang siap tempur dalam siaga 1.

"Hh.. Mbaakk.." aku mendesis lirih saat tangan Mbak Wulan dengan lincah bermain-main di daerah penisku. Batang penisku yang licin karena busa menjadi sasaran bulan-bulanan tangan Mbak Wulan. Batang penisku diremas dan diurut dengan pelicin busa sabun.

"Oohh.. Enaakk mbaakk" desisku berulang-ulang.


Ke bagian 5
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Umum
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

visit my friend

Ngentot Bugil
ABG Bugil
Cerita Dewasa | Foto Memek | Bugil Hot
Paha Mulus
Memek Mulus
Memek Bugil
ABG Pamer Ngentot
Memek Bugil Punya Tante Ngentot
Bugil Telanjang
Cerita Dewasa | Memek Mulus | Cewek Telanjang
ABG Remas Toket Gede Ngentot Bugil Telanjang

Popular Posts

  • Tante Pamer Memek Meki Mulus
    Tante Pamer Memek Meki Mulus - Dua Cewek Ini Lagi Pamer Paha Putih Mulus Di Kamar Foto Memek SMA Yang Lagi Pamer Paha Dan Meki Mulus pamer ...
  • Kenikmatan Sesaat
    Berikut ini ada kisahku bersama seorang pelacur yang tidak bisa kulupakan selamanya. Sebagai perkenalan, saya adalah seorang pemuda yang mem...
  • Ngentot Memek Sempit Tante Hot
    Ngentot Memek Sempit Tante Hot - Ngentot Memek Sempit Tante Tokel Besar Montok Cerita Seks Memek Sempit Tante Gita Ngentot Tante Girang Mem...
  • Memek Tante Pamer Meki
    Memek Tante Pamer Meki - Koleksi Foto Memek Tante - Berikut kumpulan gambar vagina, memek atau meki tante cantik yang masih mulus dan monto...
  • Dara-Dara Muda 4 Birahi Terbalut Ilusi
    Gina masih terbaring lemah di atas ranjang. Gadis cantik itu masih terlihat terlelap dalam posisinya semula. Namun beberapa saat kemudian Gi...
  • Kisah Kasih Jakarta Bekasi 01
    Aku bekerja di Perusahaan BUMN yang berkantor di sekitar Jalan Sudirman Jakarta dan tinggal di kompleks perumahan sekitar Bekasi. Gajiku han...
  • Nia, pembantuku yang cantik -1
    Hari itu hari dimana aku terpaksa kembali memberhentikan pembantu rumahku untuk yang ke sekian kalinya. Habis mau bagaimana lagi? Walau suda...
  • Kunjungan Seorang Sahabat Lama - 3
    Dari Bagian 2 Segera saja kepala penis itu lenyap ke dalam mulut Ana, dan Jodi melihat bibir itu bergerak membungkus seluruh batang penisnya...
  • Memek ABG Bugil Telanjang
    Memek ABG Bugil Telanjang - Abg bugil lagi pamer memek depan kamera Foto Bugil ABG cantik memek tembem ngentot di hotel Cewek ABG Bugil Mab...
  • Kenari 03
    Sambungan dari bagian 02 "Masakanmu enak sekali Tong. Rupanya baru aku tahu kalau kamu pinter sekali memasak. Kalo tahu dari dulu, buat...
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda

Arsip Blog

  • ►  2015 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (2)
  • ▼  2011 (134)
    • ►  Agustus (14)
    • ▼  Juli (92)
      • Lady In Red
      • Kunjungan Seorang Sahabat Lama - 4
      • Kunjungan Seorang Sahabat Lama - 2
      • Kunjungan Seorang Sahabat Lama - 3
      • Kunjungan Seorang Sahabat Lama - 1
      • Kundalini 03
      • Kundalini 01
      • Kucing Dikasih Daging 02
      • Kucing Dikasih Daging 01
      • Korban Pelet 3: Sofie
      • Korban Pelet 2: Sri
      • Korban Pelet 1: Gina
      • Korban Ecstasy
      • Kopi Ginseng - 7
      • Kopi Ginseng - 6
      • Kopi Ginseng - 4
      • Kopi Ginseng - 5
      • Kopi Ginseng - 2
      • Kopi Ginseng - 3
      • Kopi Ginseng - 1
      • Komputerku Yang Berjasa 03
      • Komputerku Yang Berjasa 02
      • Komputerku Yang Berjasa 01
      • Kisah Tommy 02
      • Kisah Tommy 01
      • Kisah Malam Tahun Baru 03
      • Kisah Malam Tahun Baru 02
      • Kisah Malam Tahun Baru 01
      • Kisah Malam Jumat
      • Kisah Kasih Jakarta Bekasi 02
      • Kisah Kasih Jakarta Bekasi 01
      • Kisah Di Kaliurang
      • Kisah di Akhir Tahun 02
      • Kisah di Akhir Tahun 01
      • Kisah Cintaku
      • Kisah Cinta
      • Kisah Amanda
      • Kirani
      • Ketika Duda Bertemu Janda 02
      • Ketika Duda Bertemu Janda 01
      • Nia Pembantuku yang cantik -3
      • Nia Pembantuku yang cantik -2
      • Nia, pembantuku yang cantik -1
      • Ketika Cinta Harus Memilih 02
      • Ketika Cinta Harus Memilih 01
      • Ketagihan Seks
      • Ketagihan - 2
      • Ketagihan - 1
      • Kesepianku
      • Kesempatan Dalam Kesempitan - 4
      • Kesempatan Dalam Kesempitan - 3
      • Kerja Lembur 02
      • Kerja Lembur 01
      • Kereta Api Bandung - Jakarta
      • Keperjakaanku Yang Hilang - 2
      • Keperjakaanku Yang Hilang - 1
      • Keperjakaanku Hilang di Cipanas
      • Keperawananku Hilang dalam Dua Hari 01
      • Keperawananku Hilang dalam Dua Hari 02
      • Kenikmatan yang Terkubur
      • Kenikmatanku, Berawal Dari...
      • Kenikmatan Sesaat
      • Kenikmatan dengan ABG
      • Kenikmatan Nia
      • Kenikmatan di Villa
      • Kenikmatan Pertama
      • Kenikmatan Sejati
      • Kenikmatan Abadi
      • Kencan Kilat
      • Kencan dengan Anak Kost 01
      • Kencan dengan Anak Kost 02
      • Kenari 05
      • Kenari 06
      • Kenari 03
      • Kenari 04
      • Kenari 02
      • Kenari 01
      • Kenanganku Bersama Sonny
      • Kenangan Sebelum Pergi
      • Kenangan Pemilu
      • Kenangan Menjadi Comblang
      • Mimin
      • Dara-Dara Muda 4 Birahi Terbalut Ilusi
      • Dara-Dara Muda 3 Akhir Keperawanan Terakhir
      • Dara-Dara Muda 2 Gelora Cinta Dua Remaja
      • Permainan Panas Teman Sepupuku
      • Nikmatnya Ngesek dengan Pembantu
      • Masa Pendudukan Jepang
      • Kabut Di Merbabu
      • Jatuhnya Pesawat DC-10
      • Bercinta Dengan Gadis Kampung
      • Asmara Guru Berjilbab
    • ►  Juni (28)
Copyright ©2013 Cerita Hot Memek Tante